TSUNAMI

Pengertian Tsunami 

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang, “tsu” berarti pelabuhan dan “name” berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai gelombang/ombak yang besar di pelabuhan. Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut yang disebabkan oleh gempabumi dengan pusat di bawah laut, letusan gunungapi bawah laut, longsor di bawah laut, dan atau hantaman meteor di laut.

Penyebab Terjadinya Tsunami

  1. Gempabumi yang berpusat di laut, diikuti dengan dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang sangat besar dibawah air (laut/danau).
  2.  Longsor di bawah laut.
  3. Letusan gunungapi di bawah laut / gunungapi pulau.
  4. Hantaman  meteor di laut.

Tanda-Tanda Tsunami

  1. Pada umumnya di Indonesia didahului dengan gempabumi besar dan susut laut.
  2. Terdapat selang waktu antara  waktu terjadinya gempabumi sebagai sumber tsunami dengan waktu
    tiba tsunami di pantai.
  3. Gelombang air laut datang secara mendadak dan
    berulang dengan energi yang sangat kuat.
  4. Di Indonesia tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah gempabumi besar di bawah.

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko

  1. Pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami.
  2. Pembangunan tempat evakuasi (shelter) di sekitar daerah pemukiman, pembangunan tembok penahan tsunami pada garis pantai yang berisiko, penanaman mangrove serta tanaman lainnya di sepanjang garis pantai untuk meredam gaya air tsunami.
  3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal khususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang tsunami dan cara-cara penyelamatan diri terhadap bahaya tsunami.
  4. Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda akan terjadinyan tsunami kepada petugas yang  berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio, maupun institusi terkait.

Ketika Terjadi Tsunami

  1. Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempabumi, air laut dekat pantai surut secara tibatiba,
    segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
  2. Jika sedang berada di dalam perahu/kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun  ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

“Sebesar apapun bahaya tsunami, gelombang ini tidak datang setiap saat”.

One thought on “TSUNAMI”

Comments are closed.